• Jl. By Pass Ngurah rai
  • (0361) 720498, WA Center +6285826262022
  • [email protected] / [email protected] https://bali.brmp.pertanian.go.id
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
4 dilihat       23 Agustus 2026

Jelang Fase Pembesaran Umbi, Tanaman Kentang Tunjukkan Respon Optimal Pertumbuhan

Baturiti, Tabanan, 21 Agustus 2026 — Tanaman kentang pada kegiatan Uji Aplikasi Paket Teknologi Produk Organik Hayati di Bali menunjukkan pertumbuhan yang optimal menjelang memasuki fase pembesaran umbi. Kegiatan yang dilaksanakan oleh BRMP Bali bekerja sama dengan PT Petrokimia Gresik tersebut kembali memasuki tahapan pengamatan pertumbuhan tanaman di lokasi kegiatan, Baturiti, Kabupaten Tabanan.
 
Pengamatan kedua dilakukan saat tanaman berumur 42 hari setelah tanam (HST). Beberapa parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah batang, serta diameter batang. Pengamatan ini dilakukan untuk melihat respons tanaman terhadap berbagai perlakuan teknologi dan pemupukan yang telah diaplikasikan.
 
Sebelumnya, pada 14 Agustus 2026, tim telah melaksanakan aplikasi pemupukan susulan II menggunakan Petrobiofertil, Phonska OCA Plus, NPK Phonska, dan ZA sesuai dosis pada masing-masing perlakuan. Dengan dilaksanakannya pemupukan susulan II tersebut, seluruh rangkaian aplikasi pupuk yang diujikan dalam kegiatan telah selesai dilakukan.
 
Hasil pengamatan menunjukkan seluruh tanaman kentang pada berbagai plot perlakuan memperlihatkan respons pertumbuhan yang baik. Tanaman tumbuh relatif seragam dengan kondisi daun yang lebat dan berwarna hijau segar. Selain itu, hingga pengamatan dilakukan tidak ditemukan serangan hama maupun penyakit yang berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman secara signifikan.
 
Kondisi tersebut menjadi indikator awal bahwa benih yang digunakan memiliki kualitas yang baik serta unsur hara dari pemupukan yang diberikan dapat dimanfaatkan tanaman secara optimal.
Penanggung Jawab kegiatan, I Nyoman Adijaya, S.P., M.P., menyampaikan bahwa kondisi lingkungan di lokasi kegiatan saat ini cukup mendukung pertumbuhan tanaman kentang. Intensitas cahaya matahari yang cukup pada siang hari, suhu udara yang relatif dingin pada malam hari, serta ketersediaan air yang memadai menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman.
 
“Tanaman kentang telah mulai memasuki fase pembentukan umbi pada umur sekitar 30–45 HST. Beberapa umbi kentang juga sudah mulai terlihat. Pada pengamatan berikutnya saat tanaman berumur 52 HST, tanaman diperkirakan telah memasuki fase pembesaran umbi,” jelasnya.
 
Secara umum, fase pembesaran umbi kentang berlangsung pada kisaran umur 45–90 HST. Pada fase ini, ketersediaan unsur hara, air, cahaya matahari, serta kondisi lingkungan menjadi faktor penting untuk mendukung perkembangan dan pengisian umbi hingga panen.
 
Setelah pengamatan kedua ini, kegiatan akan dilanjutkan dengan pengamatan ketiga pada umur 52 HST, pemeliharaan tanaman, serta tahapan panen. Data dari setiap pengamatan nantinya menjadi bagian penting dalam mengevaluasi respons tanaman terhadap masing-masing paket perlakuan yang diuji.
 
BRMP Bali juga secara rutin melaporkan perkembangan kegiatan kepada PT Petrokimia Gresik sebagai mitra kerja sama. Melalui kegiatan uji aplikasi ini diharapkan setiap plot perlakuan dapat memberikan hasil yang representatif sesuai dengan dosis dan teknologi yang diterapkan, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dalam mendukung penerapan teknologi pemupukan yang efektif dan tepat guna pada budidaya tanaman kentang.
Prev Next

- Admin


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    BRMP Bali Dorong Penerapan PM-AAS di Buleleng dengan Bantuan Benih dan Alat Tanam Tabela
    21 Sep 2026 - By Admin
  • Thumb
    Kepala BRMP Bali Dampingi Komisi IV DPR RI Kunjungan Kerja ke BBVet Denpasar
    20 Sep 2026 - By Admin
  • Thumb
    BRMP Bali Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Perbenihan Perkebunan di Kabupaten Jembrana
    19 Sep 2026 - By Admin
  • Thumb
    Monev PITER Tahap I Kabupaten Jembrana Dorong Peningkatan LTT dan IP
    19 Sep 2026 - By Admin
  • Thumb
    Pengamatan Bawang Putih di Sidakarya, Pertumbuhan Tanaman Terpantau Baik
    18 Sep 2026 - By Admin

tags

brmp bali budidaya kentang bali hortikultura tabanan i nyoman adijaya kabupaten tabanan kecamatan baturiti kementerian pertanian npk phonska pembesaran umbi kentang petrobiofertil petrokimia gresik phonska oca plus uji aplikasi pupuk kentang baturiti za

Kontak

(0361) 720498, WA Center +6285826262022
(0361) 720498
[email protected] / [email protected] https://bali.brmp.pertanian.go.id

JL. By Pass Ngurah Rai Gang Pertanian Nomor 1A Pesanggaran, Denpasar Selatan, kota Denpasar 80222, Bali Indonesia

 

© 2026 - 2026 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Bali. All Right Reserved